Hari gini yang namanya smartphone alias telephone pintar sudah bukan barang mewah. Piranti yang konon hanya digenggam kalangan pebisnis kelas atas sekarang sudah jamak dipakai para ABG buat berfoto selfie ria. Bahkan mama tercinta yang dulu kirim SMS aja bingung baru-baru ini sudah asik berchatting ria via BBM. Wah hebat tenan memang pertumbuhan teknologi satu ini.

Menurut sumber the Marketeers Magazine, pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia mencapai 37% di tahun 2013, tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Artinya masyarakat kita sangat cepat mengadopsi teknologi ini. Faktor sosial rasanya jadi penyebab utama. Ya, budaya masyarakat kita memang sangat sosial dan kreatif. Sebagai contoh Tongsis alias tongkat narsis. Barang yang satu ini ternyata adalah inovasi pemuda Indonesia, yang bernama Anindito Respati Giyardani. Bahkan kini sudah dipatenkan hingga ke Amerika Serikat.

Sejak tahun 2012, penjualan desktop PC mengalami penurunan, digantikan dengan melejitnya penjualan smartphone dan tablet. Melihat tren tersebut, tidak salah jika kalangan pebisnis mulai berlomba-lomba mencari potensi pemasaran melalui perangkat ini. Secara garis besar untuk menyasar para pengguna perangkat mobile bisa dalam 2 bentuk, responsive website atau mobile apps.

Responsive Website
Responsive website memiliki tampilan yang sudah teroptimasi dengan berbagai ukuran dan jenis perangkat, seperti desktop/laptop, smartphone, tablet, dan mobile phone. Teknologi ini didukung dengan kemunculan HTML5 dan CSS3, yang mulai booming sejak 1-2 tahun yang lalu.

Website yang belum responsive akan menyulitkan penggunanya karena biasanya mereka harus melakukan zooming (pembesaran) untuk membaca tulisan yang terlalu kecil. Bahkan terkadang fitur-fitur tertentu tidak berfungsi di tablet atau phone. Hal ini tentunya akan menyulitkan pengguna. Jika website Anda belum menggunakan responsive design, besar kemungkinan Anda akan kehilangan banyak potensi pengunjung dari mobile. Hal yang sangat sayang karena jumlahnya makin hari makin meningkat.

Mobile Apps (aplikasi native)
Mobile apps adalah aplikasi yang diinstall langsung di dalam perangkat. Biasanya aplikasi ini diunduh melalui marketplace yang telah disediakan oleh vendor, misalnya di Google Play Store untuk Android, App Store untuk iOS (iPhone/iPad) dan App World untuk Blackberry.

Kelebihan mobile apps yang menonjol adalah performanya yang cepat, tampilan dan pengalaman pengguna (UI/UX) yang lebih baik, user-friendly. Mobile apps memungkinkan akses langsung ke fitur-fitur dari perangkat pengguna seperti foto, kamera, fungsi telepon, email, dan sebagainya. Kelebihan lain, vendor dapat berinteraksi dengan para pengguna melalui push notification atau pesan-pesan di dalam aplikasi. Tentunya fasilitas ini harus digunakan secara bijak agar pengguna tidak merasa terganggu.

Bagi pemilik brand, strategi pemasaran menggunakan mobile apps harus unik dan kreatif. Mobile Apps dapat berupa katalog produk dengan design dan user experience yang menarik sehingga pengguna ingin mencari tahu lebih mengenai produk yang ditampilkan. Mobile Apps juga dapat berupa permainan interaktif yang memberikan pengalaman tersendiri bagi pengguna dan menanamkan brand di dalam benak mereka.

Di balik kelebihan-kelebihan tersebut, ada hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan menggunakan mobile apps. Khususnya dari sisi biaya development yang saat ini masih relatif mahal, apalagi jika pengembangan untuk multiplatform. Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan dan juga waktu pengembangan (manhours) yang lebih tinggi dibanding dengan pengembangan website.

Responsive website telah menjadi suatu kebutuhan untuk eksistensi bisnis di dunia digital. Makin banyaknya pengguna yang mengakses melalui layar kecil mengharuskan hal tersebut. Mobile Apps dapat menjadi pelengkap dan ekstensi dari website. Dengan tampil optimal bagi pengguna mobile, praktis bisnis Anda dapat menjangkau pasar dengan lebih luas dan mendapatkan pengalaman interaksi yang baik dengan para pelanggan.